Di sini saya akan berbagi dengan teman-teman mengenai berbagai macam laporan pendahuluan(LP) dan asuhan keperawatan (ASKEP)dengan harapan dapat memperingan beban tugas praktek kalian sehingga bisa menjalani praktek dengan sedikit santai..

Rabu, 18 April 2012

LAPORAN PENDAHULUAN SEPSIS


LAPORAN PENDAHULUAN
SEPSIS NEONATORUM DAN HIPERBILIRUBINEMIA DI RUANG PICU/NICU RSUD. DR. MOEWARDI SURAKARTA












Disusun Oleh :
Siti Wasliyah
01/145114/EIK/00132











PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA





Landasan Teori

SEPSIS NEONATORUM DAN HIPERBILIRUBUNEMIA


I.             Pengertian

Sepsis Neonatorum adalah infeksi sistemik (masuknya kuman ke dalam tubuh disertai manifestasi klinik) yang terjadi pada neonatus.

Hiperbilirubunemia adalah ikterus yang mempunyai kadar patologis atau kadar bilirubinnya mencapai suatu nilai yaitu bilirubin total mencapai 12 mg/dl atau lebih pada bayi cukup bulan, sedangkan pada bayi kurang bulan bila kadarnya lebih dari 10 mg/dl.

II.          Etiologi

Sepsis dapat disebabkan berbagai macam organisme seperti bakteri gram positif maupun negatif, virus, parasit, dll. Meskipun demikian etiologi sepsis untuk tiap klinik atau daerah tidak selalu sama.
Sedangkan hiperbilirubunemia dpt disebabkan oleh berbagai macam keadaan. Penyebab yang tersering adalah hemolisis yang timbul akibat inkompatibilitas golongan darah ABO atau defisiensi enzim G6PD.Infeksi juga memegang peranan penting dalam tjdnya hiperbilirubunemia seperti pada sepsis dan gastroenteritis.  Hiperbilirubinemia dpt juga disebabkan oleh hipoksia/anoksia, dehidrasi dan asidosis, hipoglikemi dan polisitemia.

III.       Patofisiologi

a. Sepsis
 














            b. Hiperbilirubinemia
 








IV.             Manifestasi Klinik

Sepsis yang terjadi pada neonatus biasanya menimbulkan manifestasi klinis seperti septikemia, pneumonia dan miningitis berhubungan dengan imaturitas dari sistem imun dan ketidakmampuan neonatus untuk melokalisasi infeksi.
Berdasarkan mulai timbulnya gejala klinis, sepsis dibagi menjadi 2 yaitu :
1.      Early Onset : gejala mulai tampak pada hari-hari pertama kehibupan (rata-rata 48 jam), biasanya infeksi berkaitan dengan faktor ibu (infeksi transplasenta, dari cairan amnion terinfeksi, waktu bayi melewati jalan lahir, dll). Berkembangnya gejala pada early onset pada umumnya sangat cepat dan meningkat menuju septik shock.
2.      Late Onset : Timbul setelah satu minggu pada awal kehidupan neonatus tanpa kelainan perinatal, infeksi didapat dari lingkungan atau dari rumah sakit (nosokomial) sering terjadi komplikasi pada susunan syaraf pusat.

V.                Pengelolaan

Pada bayi manapun yang dicurigai sepsis, terapi antimikroba harus segera diberikan setelah evaluasi diagnostik lengkap.  Pada sepsis onset dini, cakupan pemberian Antibiotik diperlukan untuk kokus gram positif, paling sering streptokokus group B, dan basil gram negatif. Pada sepsis nosokomial, antibiotik harus dapat mengatasi stafilokokus dan basilus gram negatif termasuk pseudomonas.
Penggunaan oksigenasi membran ekstrahepatal (ECMO) telah sukses si tahun-tahun terakhir dalam menyelamatkan neonatus resiko tinggi yang meninggal karena sepsis. Pengelolaan profilaksis seperti lingkungan, imunisasi diperlukan.

Pada pengelolaan Hiperbilirubinemia dilakukan pemberian substrat yang dapat menghambat metabolisme bilirubin (plasma atau albumin), mengurangi sirkulasi enterohepatik (pemberian kolesteramin), terapi sinar atau tranfusi tukar, merupakan tindakan yang dapat mengendalikan kenaikan kadar bilirubin.

VI.             Diagnosis Keperawatan

Diagnosis Keperawatan yang mungkin muncul :
1.      Risiko tinggi terjadinya infeksi b.d. penyebaran infeksi secara sistemik, penurunan sistem imun
2.      Pola nafas tidak efektif b.d. penurunan energi dan keletihan
3.      Kerusakan integritas kulit b.d. proses inflamasi mikroorganisme, edema
4.      Ketidakseimbangan nutrisi; kurang dari kebutuhan tubuh b.d. pemasukan yang tidak adekuat
5.      Risiko tinggi kekurangan volume cairan b.d. kehilangan cairan berlebih karena muntah dan diare
6.      Diare b.d. iritasi usus sekunder akibat organisme yang menginfeksi.
7.      Perubahan proses keluarga b.d. keadaan sakit dan hospitalisasi.
8.      Kurang pengetahuan keluarga mengenai proses pengobatan dan perawatan neonatus b.d. kurangnya informasi yang diperoleh.
9.      PK; hipotermi/hipertermi.










0 komentar:

Poskan Komentar